Tuesday, June 28, 2016

Satu Jam Bermain 'Assassin's Creed III'

(sumber gambar: gamescracker.org)
Satu jam tidaklah cukup untuk bermain video game. Apalagi video game zaman sekarang memiliki rentang waktu permainan hingga berjam-jam dengan tingkat kesulitan yang memaksa kalian memainkannya berulang-ulang. Tapi satu jam terbilang cukup untuk memberikan kesan kepada gamer mengenai tampilan game tersebut, dari segi visual, audio, dan gameplay. Dan bagi saya, Gamer Jalanan, satu jam sudah cukup untuk mengetahui bagaimana keseluruhan permainan bakal berjalan, dan cukup waktu untuk menentukan melanjutkan permainan atau menghentikannya.

Di bulan Juni ini saya akan mengajak kalian bermain game action-adventure dengan elemen stealth yang kental, ‘Assassin’s Creed’. Awalnya saya bingung mau memainkan yang mana, ‘Assassin’s Creed III’ atau ‘Assassin’s Creed IV: Black Flag’, mengingat keduanya sama-sama ada di PlayStation 3 (PS3) yang saya mainkan. Tapi akhirnya saya memilih memainkan seri ketiganya agar lebih kronologis. Dirilis tahun 2012 oleh Ubisoft, game ini merupakan game kelima dari serial ‘Assassin’s Creed’ yang merupakan sekuel langsung dari game ‘Assassin’s Creed: Revelations’. 

Saturday, June 25, 2016

5 Game TMNT Terbaik Versi Saya

(sumber gambar: fictionalcrossover.wikia.com)
Halo sahabat gamer. Saya Gamer Jalanan, jumpa lagi di artikel daftar terbaik Gamer Jalanan. Bulan ini adalah bulan yang menyenangkan buat penggemar serial Teenage Mutant Ninja Turtles (TMNT) atau Kura-Kura Ninja. Karena di bulan ini kita bisa menikmati seri terbaru aksi para kura-kura mutan ini, baik dalam format film layar lebar maupun format video game interaktif. Dalam format film layar lebar ada ‘Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows’, sementara dalam format video game ada ‘Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutants in Manhattan’.

Tentu, sebagai penggemar Kura-Kura Ninja, saya antusias saat mengetahui dua judul tersebut sudah muncul di permukaan. Sayangnya, saya masih belum bisa menyaksikan film maupun memainkan game tersebut. Review dari para kritikus pun menjadi pertimbangan saya untuk memutuskan apakah keduanya perlu saya cicipi. Dalam hal ini, menyaksikan Out of the Shadows merupakan pilihan yang paling mungkin, sedangkan Mutants in Manhattan sepertinya dilewatkan saja.


Friday, June 24, 2016

‘Plants Vs. Zombies’, Ketika Tumbuhan Bertemu Mayat Hidup

(sumber gambar: popcap.com)
Saya Gamer Jalanan, Gamer PC, kali ini mengulas salah satu game yang sangat dikenal gamer Indonesia khususnya yang memiliki komputer. Game tersebut adalah ‘Plants Vs. Zombies’, game kasual yang sukses memperkenalkan sub-genre baru dalam genre strategy, yaitu genre tower defense. Game ini begitu suksesnya hingga dibuat sekuel dan juga spin-off bergenre third person shooter-nya, Garden Warfare. Perlu diketahui bahwa saya hanya mengulas gamenya, tidak menyediakan link unduhan gamenya. Jadi silakan cari file gamenya di tempat lain.

PopCap Games dikenal sebagai developer game-game kasual di PC, di antaranya yang populer yaitu Bejeweled dan Zuma. Namun di antara game-gamenya yang populer tersebut, Plants Vs. Zombies menjadi yang paling dikenal berkat inovasi dan keunikannya. Ide game Plants Vs. Zombies yang pertama kali dirilis tahun 2009 sendiri terbilang orisinal dan belum pernah terpikirkan sebelumnya. Dari judulnya saja, orang dibuat penasaran bagaimana bisa tumbuhan melawan mayat hidup. Kenyataannya, ide absurd ini bisa diolah dengan begitu baik oleh PopCap Games, menghasilkan sebuah game yang bukan hanya menarik, tapi juga menjadi pelopor game-game sejenis.

Saturday, June 11, 2016

Dolar Tak Terduga dari Blog Video Game

(sumber gambar: hyperallergic.com)
Halo sahabat gamer, saya Gamer Jalanan, kali ini saya akan sedikit menceritakan pengalaman saya mendapatkan dolar tak terduga dari blog video game. Kenapa saya bilang tidak terduga? Karena saya sama sekali tidak menyangka bisa mendapatkan dolar tersebut melalui blog video game yang saya kelola. Saya mendapatkannya bukan dari Adsense atau Affiliate, melainkan dari penulisan artikel yang sekali diterbitkan bisa menghasilkan US$80 atau sekitar Rp 1 jutaan! Kalian mungkin tidak percaya, tapi itulah kenyataannya. Saya sendiri awalnya juga tidak percaya, tapi saya benar-benar mendapatkannya.

Sebelumnya saya akan menceritakan tentang blog video game yang saya kelola, CumaGamer.com. Blog ini lahir dari keinginan saya memiliki media pemberitaan video game sendiri, layaknya situs-situs video game populer seperti Tech in Asia ID Games dan Jagat Play. Memang sejak remaja saya selalu berkeinginan bekerja di majalah video game, menulis berita-berita dan ulasan tentang video game. Namun banyaknya syarat yang harus dipenuhi untuk bisa bekerja di majalah video game membuat saya mengubur keinginan tersebut. Hingga kemudian era internet tiba, memunculkan peluang untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Tuesday, May 31, 2016

Satu Jam Bermain ‘Watch Dogs’

(sumber gambar: gearnuke.com)
Satu jam tidaklah cukup untuk bermain video game. Apalagi video game zaman sekarang memiliki rentang waktu permainan hingga berjam-jam dengan tingkat kesulitan yang memaksa kalian memainkannya berulang-ulang. Tapi satu jam cukup untuk memberikan kesan kepada gamer mengenai tampilan game tersebut, dari segi visual, audio, dan gameplay. Dan bagi saya, Gamer Jalanan, satu jam sudah cukup untuk mengetahui bagaimana keseluruhan permainan bakal berjalan, dan cukup waktu untuk menentukan melanjutkan permainan atau menghentikannya.

Pada kesempatan ini saya akan mengajak kalian bermain game action-adventure dengan tema hacker, ‘Watch Dogs’ di PlayStation 3 (PS3). Dirilis tanggal 27 Mei 2014 oleh Ubisoft untuk berbagai konsol, salah satunya PS3, Watch Dogs bisa dibilang menghadirkan warna baru dalam genre action-adventure. Hacking atau meretas adalah fokus utama game ini, yang dihadirkan lewat perspektif third-person view dan lingkungan Open-World Kota Chicago. Game ini mendapatkan sambutan yang baik, membuat Ubisoft berencana menyiapkan sekuel dan film adaptasinya.

Friday, May 27, 2016

Video Game, Rating, dan Bimbingan Orangtua

(sumber gambar: usa.chinadaily.com)
Halo sahabat gamer, apa kabar? Saya Gamer Jalanan, kali ini saya akan mengutarakan pendapat saya mengenai heboh daftar hitam 15 judul video game yang dianggap berbahaya oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Indonesia beberapa waktu lalu, sebagaimana yang dimuat dalam berita di blog video game CumaGamer.com. Dalam berita tersebut, Kominfo disebut merilis daftar 15 game yang dianggap berbahaya bagi anak-anak, menilik pada tema yang diangkat game-game tersebut.

Informasi daftar hitam yang meliputi game-game populer seperti Point Blank, Grand Theft Auto (GTA), dan Mortal Kombat itu lantas disambut respon baik oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menyebarkan daftar tersebut lebih luas lagi melalui berbagai media. Selain memperingatkan masyarakat, KPAI juga menyerukan agar game-game yang ada dalam daftar tersebut diblokir oleh pemerintah. Informasi dan seruan tersebut lantas menyebar secara viral, dengan sebagian pihak khususnya akademisi pemerhati pendidikan anak-anak mengamininya.

Monday, May 23, 2016

‘Jurassic Park’, Sensasi Terjebak di Pulau Dinosaurus

(sumber gambar: jurassic park.wikia.com)
Dalam ulasan klasik kali ini, saya Gamer Jalanan akan membahas game ‘Jurassic Park’, yang merupakan adaptasi dari novel dan film berjudul sama. Sebagaimana ‘Alien 3’, Jurassic Park juga  merupakan satu dari sekian banyak film di awal 90-an yang diadaptasi ke dalam format video game. Game ini dirilis untuk berbagai platform, yang masing-masing gamenya memiliki gameplay berbeda di setiap platform yang ada. Konsol 8-bit favorit saya, Nintendo Entertainment System (NES) pun tak luput mendapatkan game bertema Dinosaurus ini. 

Dinosaurus memang menjadi tema yang menarik perhatian bagi anak-anak, selain robot, luar angkasa, dan superhero tentunya. Bila anak-anak zaman sekarang mendapatkan pengalaman dinosaurus mereka lewat film ‘Jurassic World’ yang rilis tahun 2015, maka anak-anak tahun 90-an termasuk saya, merasakan sensasi dinosaurus lewat film ‘Jurassic Park’ yang rilis di tahun 1993. Saya ingat betapa saya begitu bersemangat menyaksikan film ini yang kala itu terbilang keren dalam hal efek visual.