Monday, May 23, 2016

‘Jurassic Park’, Sensasi Terjebak di Pulau Dinosaurus

(sumber gambar: jurassic park.wikia.com)
Dalam ulasan klasik kali ini, saya Gamer Jalanan akan membahas game ‘Jurassic Park’, yang merupakan adaptasi dari novel dan film berjudul sama. Sebagaimana ‘Alien 3’, Jurassic Park juga  merupakan satu dari sekian banyak film di awal 90-an yang diadaptasi ke dalam format video game. Game ini dirilis untuk berbagai platform, yang masing-masing gamenya memiliki gameplay berbeda di setiap platform yang ada. Konsol 8-bit favorit saya, Nintendo Entertainment System (NES) pun tak luput mendapatkan game bertema Dinosaurus ini. 

Dinosaurus memang menjadi tema yang menarik perhatian bagi anak-anak, selain robot, luar angkasa, dan superhero tentunya. Bila anak-anak zaman sekarang mendapatkan pengalaman dinosaurus mereka lewat film ‘Jurassic World’ yang rilis tahun 2015, maka anak-anak tahun 90-an termasuk saya, merasakan sensasi dinosaurus lewat film ‘Jurassic Park’ yang rilis di tahun 1993. Saya ingat betapa saya begitu bersemangat menyaksikan film ini yang kala itu terbilang keren dalam hal efek visual.


Selain menyaksikan filmnya dan membaca komiknya, pengalaman di taman purbakala ini juga saya rasakan lewat video game. Saya ingat saya mendapatkan game ini dari pacar kakak saya yang sekarang sudah jadi kakak ipar saya. Dan ketika pertama kali saya memainkan game ini di konsol NES, saya dibuat terpukau dengan openingnya yang bagi saya saat itu terasa mencekam. Yaitu opening kepala dinosaurus yang muncul dari bawah, menatap keluar layar televisi, dan tiba-tiba membuka rahangnya memunculkan deretan gigi-gigi tajamnya yang jelek. Segera saja game Jurassic Park mengisi hari-hari saya sepulang dari sekolah.

Layar menu yang wow banget.
Game ini bisa dibilang meninggalkan kesan tersendiri bagi saya. Saya ingat saya hampir selalu memainkannya sepulang sekolah dulu, berusaha keras untuk bisa menamatkannya. Kenyataannya saya gagal menamatkannya meskipun sudah memainkannya berjam-jam lamanya. Pencapaian tertinggi saya di level 6, saat saya mesti mencapai helipad untuk menyelamatkan diri dari Isla Nublar, pulau penuh dinosaurus yang menjadi latar dari game ini. Padahal tinggal sedikit lagi saya bisa menyelesaikan permainannya, sayang jatah continue saya sudah habis saat saya dilahap Tyranosaurus Rex alias T-Rex yang menghadang di saat-saat terakhir. Saya baru bisa benar-benar menamatkannya akhir-akhir ini, saat saya memainkannya kembali melalui emulator.

Cukup untuk sedikit nostalgianya, sekarang saya, Gamer Jalanan, akan mengulas game ini lebih jauh. Jurassic Park untuk NES dikembangkan dan diterbitkan oleh Ocean di tahun 1993, yang merupakan adaptasi film Jurassic Park yang rilis di tahun yang sama. Meski diadaptasi dari film, alur cerita game ini didasarkan pada novelnya, dengan tokoh sentral Dr. Alan Grant yang terjebak di taman hiburan bertema Dinosaurus bernama Jurassic Park yang berada di pulau Isla Nublar.

Saya dibuat terpesona dengan animasi DNA ini.
Celakanya, kegagalan sistem yang terjadi di taman tersebut membuat dinosaurus-dinosaurus hidup terbebas dari kerangkengnya dan membuat kekacauan, berbalik menguasai Isla Nublar. Grant pun mesti bertahan hidup demi melarikan diri dari pulau terkutuk tersebut dan menyelamatkan Lex dan Tim, cucu John Hammond sang pemilik taman. Uniknya, meski dalam film dan novelnya digambarkan Grant bertahan hidup dengan alat seadanya, dalam game ini lelaki yang berprofesi sebagai arkeolog tersebut terlihat cakap memegang senjata berat ala Rambo. Menurut saya tidak masalah, ini kan video game. Aladdin saja di video game terampil menggunakan pedang kok.

Jurassic Park di NES merupakan game action-shooter dengan perspektif top-down isometric alias sudut pandang dari atas, yang memiliki elemen collect’em all. Dalam game ini saya berperan sebagai Dr. Alan Grant yang mesti menjelajahi Jurassic Park demi bisa mencegah berkembangnya para dinosaurus serta menemukan jalan keluar melarikan diri bersama Tim dan Lex, pergi dari pulau penuh dinosaurus buas tersebut. Grant bersenjatakan sebuah senapan mesin multifungsi, yang bisa menembakkan setidaknya empat jenis peluru dengan daya hancur berbeda-beda. Jujur saya baru tahu ada senjata seperti ini, tapi ini cuma ada di video game, ya kan?

Telur-telur biru seperti ini harus dikumpulkan.
Interface Jurassic Park terbilang bagus, yang menurut saya digarap dengan begitu baik. Menu awal game ini terbilang unik bila dibandingkan game-game NES lainnya. Seperti cerita saya di awal, opening game ini sudah berhasil membawa saya masuk ke dalam atmosfer mencekam Jurassic Park. Pun, perpindahan setiap scene yang ada terkesan futuristik, dimulai dari animasi DNA di awal level yang menerangkan deskripsi misi yang mesti dilakukan. Layar DNA ini meski tampaknya sederhana, namun berhasil menampilkan sebuah kesan futuristik Jurassic Park, dalam hal ini pencapaian manusia yang telah bisa membangkitkan kembali dinosaurus.

Gameplay dari game ini terbilang sederhana namun kompleks, dengan fokus utamanya mengumpulkan telur-telur dinosaurus yang bakal jadi ancaman bila menetas. Telur-telur berwana biru putih tersebut tersebar di berbagai tempat di Jurassic Park dan mesti saya kumpulkan atau saya hancurkan bila saya ingin mendapatkan akses ke bagian berikutnya dari permainan ini. Meski bisa dihancurkan dengan cara ditembak, mengumpulkannya jauh lebih baik mengingat jumlah peluru yang dimiliki Grant terbatas dan bisa habis. Bila habis, saya mesti mengumpulkan item-item berlambang peluru untuk bisa kembali menembakkan senjata saya. Ada empat jenis peluru dalam game ini, masing-masing dibedakan dalam warna.

Semua dinosaurus di sini siap menerkam saya.
Bila jumlah telur yang dikumpulkan telah sesuai, saya akan mendapatkan kartu akses yang bisa digunakan untuk membuka pintu atau untuk mengaktifkan komputer. Selain mengumpulkan telur, setiap level dalam game ini memiliki deskripsi tugas yang berbeda satu sama lain. Ini menjadikan setiap level Jurassic Park terasa unik dan fresh. Rinciannya, di level pertama saya mesti membuka gerbang Jurassic Park dan menyelamatkan Tim dari serbuan Triceratops, di level kedua saya mesti menyelamatkan Lex dari serangan T-Rex, lalu di level ketiga saya mesti mengaktifkan power dan terminal komputer Jurassic Park.

Kemudian di level keempat saya mesti menghancurkan sarang-sarang raptor dengan dinamit, di level kelima saya mesti menemukan perangkat komunikasi radio untuk mengirimkan pesan, dan di level keenam sekaligus terakhir saya mesti mencapai helipad untuk melarikan diri dari Isla Nublar. Bila dirunut, setiap level dalam game ini membentuk sebuah alur kisah Jurassic Park sebagaimana yang ditampilkan dalam novel dan filmnya. Sehingga bisa dibilang game ini merupakan adaptasi yang setia dengan sumbernya, namun tetap memiliki gameplay khas yang menjadikannya berbeda dengan format aslinya.

Awalnya saya begitu sulit bertahan dari serbuan ini.
Tingkat kesulitan dalam game ini terbilang tinggi, namun bukan berarti tidak bisa ditaklukkan. Semua dinosaurus yang ada di game ini seakan sudah diprogram untuk bisa sukses menghentikan langkah saya. Mulai dari Raptor yang ukurannya kecil namun jumlahnya banyak, Dilophosaurus yang menembakkan cairan racunnya, Velociraptor kuning yang berlari begitu cepat dan membuat saya kewalahan, Triceratops yang besar dan siap menginjak saya, hingga rajanya dinosaurus si T-Rex yang sukar diterka pergerakannya. Semuanya tampak diprogram dengan baik dan dalam tingkat kesulitan yang menurut saya terbilang fair walaupun bisa membuat frustrasi.

Dalam menjelajahi taman dinosaurus ini saya dibekali tiga life dan empat continue yang mesti bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk bisa mencapai akhir permainan. Pun dengan peluru-peluru yang tersebar di berbagai sudut taman, yang memberikan perlindungan terhadap serangan makhluk-makhluk buas purbakala. Yang mengejutkan adalah adanya sejenis bonus item berbentuk tanda tanya, yang sebenarnya bukan benar-benar bonus. Bagaimana tidak, sebagian besar isi dari kotak bertanda tanya ini adalah bom, yang alih-alih menambah life saya, tapi justru membuat saya kehilangan life dengan cepat dan bertemu game over. 

Bahkan di sungai pun saya masih belum lepas dari masalah.
Kontrol dalam game ini terbilang sederhana dan saya bisa dengan mudah terbiasa. Tombol A untuk lompat sementara tombol B untuk menembak. Sayangnya, pergerakan karakter terkadang kurang responsif dan lambat, padahal dinosaurus-dinosaurus yang ada bergerak dengan cepat dan butuh posisi yang tepat untuk menghadapinya. Tapi saya rasa minus tersebut tidak terlalu berpengaruh pada pengalaman bermain secara keseluruhan, karena saya sendiri tidak sering menemukan kendala karena kontrol ini. Walaupun mungkin kontrolnya cukup menyulitkan saat mengendalikan perahu, meski saya bisa memakluminya.

Dari segi grafis, Jurassic Park hadir dengan tampilan visual yang solid dan begitu jernih. Ini mungkin dikarenakan game ini hadir di penghujung era NES, di mana di tahun 1993 jamak ditemukan game-game NES dengan grafis yang menawan mendekati 16-bit. Bangunan-bangunan dan lingkungan-lingkungan dalam game ini digambar begitu detail, semakin menghidupkan kesan sebuah tempat yang ditinggalkan. Sementara dari segi audio, meski musiknya terbilang repetitif, dengan nada yang sama dari awal hingga akhir, dengan pengecualian adegan Triceratops dan T-Rex, tapi sama sekali tidak mengganggu kenyamanan saya memainkan game ini. Efek suaranya menurut saya juga sudah pas, baik suara peluru maupun saat diserang dinosaurus.

Elemen puzzle sederhana dalam bentuk komputer.
Meski tampil dengan interface dan gameplay yang terbilang baik, namun saya juga mencatatkan beberapa kekurangan dalam game ini yang menurut saya patut disayangkan. Minus pertama game ini yaitu kurangnya beberapa informasi dalam game ini yang semestinya ditambahkan agar permainan bisa lebih maksimal. Informasi tersebut di antaranya kepemilikan kartu akses dan pintu-pintu yang bisa diakses. Bila informasi-informasi ini ada, tentu akan lebih mempermudah saya dalam hal tindakan yang mesti saya lakukan. Tanpa adanya informasi tersebut, saya dan mungkin juga pemain-pemain lainnya akan meraba-raba pintu mana atau bagian mana dari permainan yang mesti diakses. Ini cukup membingungkan, khususnya bila terdapat banyak pintu yang bisa dimasuki.

Informasi lainnya yang mestinya ada adalah mengenai layar komputer terminal yang mesti diaktifkan di level ketiga. Semestinya, layar komputer yang sudah diaktifkan menyala dengan warna yang berbeda. Sehingga saya dan pemain-pemain lainnya bisa mengetahui urutan dan juga apakah semua terminal sudah diaktifkan atau belum secara pasti. Tapi saya bisa memaklumi ketiadaan informasi-informasi tersebut, baik informasi tentang kartu akses, pintu, dan juga komputer. Karena ketiadaan tersebut di satu sisi membuat permainan menjadi semakin menantang.

T-Rex adalah mimpi terburuk saya di taman ini.
Kelemahan terakhir yang saya catat adalah fitur multiplayer yang menurut saya tidak perlu ada. Bagaimana tidak? Fitur multiplayer yang ditawarkan Jurassic Park bukan benar-benar multiplayer yang saya harapkan. Alih-alih menggerakkan dua karakter berbeda secara simultan dalam waktu yang bersamaan di layar yang sama pula, pemain kedua hanya karakter yang sama yang juga digerakkan pemain pertama, yaitu Dr. Alan Grant secara bergantian alias alternating. Apabila satu life Dr. Grant yang dimainkan pemain satu habis, maka giliran berganti ke pemain kedua untuk mengendalikan Dr. Grant dan hal yang sama berlaku bila life-nya habis. Jelas ini bukan fitur multiplayer yang diinginkan malahan jadinya mubazir. Tanpa fitur ini, sebagaimana game-game Jurassic Park di platform lain, game ini masih tetap menarik untuk dimainkan, walaupun secara single-player.

Jatah continue mesti dimanfaatkan dengan baik.
Secara keseluruhan Jurassic Park di NES adalah sebuah game yang menarik dan bagus, serta layak untuk dimainkan. Game ini bisa juga disebut sebagai sebuah adaptasi yang berhasil, dengan alur yang setia walaupun hanya disajikan sekilas melalui lingkup permainan yang ada. Kualitas grafis dan suaranya di atas rata-rata, sementara gameplay-nya sederhana didukung variasi misi yang menjadikannya fresh dari awal hingga akhir. Unsur pengulangan tetap ada, namun itu wajar dan tidak terlalu berpengaruh pada hasil akhirnya. Dengan konsep yang diusungnya, Jurassic Park bukan hanya akan memuaskan para gamer action penggila sensasi dinosaurus, melainkan juga para gamer lainnya secara umum. (gj)

*NB: Screenshot game diambil menggunakan emulator Nestopia.

No comments:

Post a Comment