Friday, May 25, 2018

'Grand Theft Auto: Chinatown Wars', Balas Dendam di Pecinan

Official artwork dengan ciri khas GTA,
Halo Sahabat Gamer, saya Gamer Jalanan, menyapa sahabat gamer semuanya setelah cukup lama tak mengisi blog ini. Well, setelah kembali berkiprah di media massa sekira setahun yang lalu, saya memang cukup sibuk dengan beragam pekerjaan. Hingga sempat terpikir untuk mematikan saja blog ini.

Tapi kemudian saat saya membaca lagi tulisan-tulisan saya, Gamer Jalanan, saya pikir saya akan melanjutkan apa yang sudah saya mulai. Saya lihat ada beberapa komentar yang masuk di artikel-artikel buatan saya di blog ini, Gamer Jalanan. Hal ini membuat saya termotivasi untuk kembali menulis, setelah tulisan terakhir saya tentang 5 Game Spider-Man Terbaik

Ya, saya akan mulai mengusahakan kembali mengisi blog ini dengan ragam artikel sebagaimana dulu. Tapi mungkin akan lebih fokus ke rubrik ulasan, catatan, daftar terbaik, atau versus. Sementara untuk rubrik satu jam bermain, saya rasa akan saya hilangkan karena saya pikir kurang relevan di zaman vlogger saat ini.

Anyway, dalam comeback saya kali ini, saya Gamer Jalanan akan mengulas tentang game Grand Theft Auto alias GTA versi portabel yang banyak mendapat pujian, GTA: Chinatown Wars. Yup, saya baru saja menyelesaikan game bergenre action-adventure rilisan 2009 ini, memainkannya lewat konsol Nintendo DS (NDS) saya. Dan hei, game ini memang sangat menarik!

GTA: Chinatown Wars merupakan salah satu game yang menjadi alasan saya membeli NDS (selain Tetris DS). Keinginan untuk bisa memainkan game ini menyeruak manakala saya memainkan game GTA Advance di clone GBA SP, V-Com Portable VCP 8032. Walaupun GTA Advance itu banyak yang mencibir dan menyebutnya sebagai game GTA terburuk sepanjang masa, toh pada kenyataannya saya sangat menikmatinya walaupun tampil dalam gaya dua dimensi (2D) dengan kamera dari atas kepala.

Makanya ketika saya mendengar kalau di NDS ada game GTA dengan gameplay sejenis, tentu membuat saya penasaran. Apalagi GTA Chinatown Wars sering disebut dalam daftar game NDS terbaik, salah satunya dalam daftarnya WatchMojo.com. Kalau GTA Advance yang kata fans terjelek saja bisa saya nikmati, tentu GTA Chinatown yang dianggap sebagai seri portabel terbaik bakal sangat menyenangkan bagi saya.

Promo GTA Chinatown Wars.
Dan akhirnya keinginan saya itu keturutan juga setelah saya membeli NDS. Ya memang saya, Gamer Jalanan, lebih prefer memainkan GTA Chinatown Wars di konsol aslinya ketimbang lewat emulator atau android karena sebagai game dengan kontrol cukup kompleks dan membutuhkan presisi, serta permainan layar sentuh, feel terbaik untuk memainkannya memang hanya lewat konsol asli. Mengendalikan Huang, si jagoan dalam game ini, terasa cukup merepotkan bila memainkannya di emulator, baik di PC atau Android.

Tapi sejujurnya perlu saya, Gamer Jalanan ceritakan, tak seperti kebanyakan gamer era PS2 hingga kekinian, saya tidak terlalu suka dengan game GTA tiga dimensi (3D) dengan sudut kamera tanah datar/dari belakang karakter seperti GTA III, GTA San Andreas, atau yang terakhir sejauh ini, GTA V. Saya beberapa kali memainkan GTA 3D dan entah kenapa saya tidak bisa betah berlama-lama memainkannnya.

Berbeda ketika saya memainkan GTA dengan tampilan 2D, yang terasa lebih menarik dan menyenangkan meskipun kualitas grafis dan permainannya pas-pasan. Sebelum GTA Chinatown Wars, saya sudah lebih dulu memainkan GTA 2 di PS1 dan GTA Advance, yang semuanya terbilang menyenangkan dan mengundang saya, Gamer Jalanan, untuk kembali memainkannya. Mungkin karena GTA 2D jauh lebih simpel dan tidak ribet dalam hal gameplay bila dibandingkan dengan GTA 3D. Entahlah.

Makanya saya heran dengan saudara-saudara sepupu saya, serta para gamer lainnya yang begitu antusias memainkan game ini. Ya selera orang berbeda satu sama lain. Saya ingat sepupu saya, Nobuo sampai rela berkali-kali datang ke warnet (waktu itu belum zaman smartphone) untuk mencatat kode-kode cheat di kertas. Kode-kode itu yang selalu dimasukkannya lewat kombinasi tombol di keypad saat memainkan GTA San Andreas. Sepupu saya yang lain, Fadhil, sampai ngotot main GTA San Andreas padahal dia lagi demam.

Tapi sebenarnya, GTA Chinatown Wars juga bisa dikategorikan game GTA 3D. Bedanya adalah, kamera dalam game ini menyorot dari atas secara isometrik, menyerupai game-game GTA 2D. Bedanya, pergerakan dan rotasi kamera dalam game ini dinamis, sehingga menunjukkan tekstur-tekstur 3D. Ya bisa dibilang kalau GTA Chinatown Wars merupakan perpaduan gaya GTA 2D dan GTA 3D. Dan menurut saya, gaya ini merupakan gaya paling nyaman dalam memainkan GTA.

Jagoan dalam game ini, Huang Lee.

GTA Chinatown Wars berkisah tentang Huang Lee, seorang pemuda dari Tiongkok yang datang ke Liberty City setelah kematian sang ayah, seorang triad di Pecinan. Kedatangan Huang untuk mengantarkan pedang keramat Yu Jian yang menjadi tanda kehormatan bagi triad (mafia Asia) di sana. Ya, ayah Huang adalah pemimpin triad yang terbunuh misterius. 

Sebenarnya Huang tidak ingin mengikuti jejak sang ayah di dunia hitam. Namun sebuah percobaan bunuh diri segera setelah dia mendarat di bandara membuatnya penasaran dan memutuskan terlibat dalam perseteruan para mafia Tiongkok demi mencari tahu siapa pembunuh dari ayahnya. Untuk memecahkan teka-teki itu, Huang pun mesti melakukan berbagai pekerjaan kotor mulai dari transaksi narkoba, pengerusakan, hingga pembunuhan.

Kira-kira itulah premis singkat tentang GTA Chinatown Wars. Sederhana sih, sama seperti GTA-GTA sebelumnya. Yang menarik adalah pada rilisan portabel ini, Rockstar Games selaku developer serial ini menjadikan pusat ceritanya pada para triad, mafia Tiongkok di pecinan Liberty City. Menurut saya, Gamer Jalanan, pemilihan etnis Tiongkok sebagai karakter utama dalam game ini terbilang unik dan menarik, sebuah inovasi yang terbilang berhasil.

Cerita dalam GTA Chinatown Wars cukup rumit, bahkan cenderung kompleks. Dalam tujuan menemukan pembunuh sang ayah, Huang mesti menjadi anak buah dari beberapa pimpinan triad dan juga polisi korup. Konflik antara Huang dengan para pemimpin triad inilah yang manjadikan alur kisahnya menarik untuk diikuti. Walaupun jalinan pengisahan terselip di setiap misi, namun bagi gamer yang peduli pada elemen cerita, setiap episode perjalanan Huang bisa diikuti dengan baik.

Hsin dan Chan, pimpinan triad dalam GTA Chinatown Wars.
Gamer, termasuk saya, Gamer Jalanan, dibawa pada suasana terombang-ambing dan tak tahu siapa yang bisa dipercaya. Elemen intrik dan konflik ini begitu terasa di sepanjang permainan hingga adegan pamungkasnya saat Huang akhirnya mengetahui siapa pembunuh ayahanya yang ternyata adalah.... UPS, Spoiler! Ya intinya ceritanya tidak mengecewakanlah, walaupun pada bagian-bagian akhir saya merasa kok tensinya agak dipercepat.

Kini beralih pada segi kontrol. Bagi gamer yang tidak bisa memainkan game-game dengan sudut kamera atas kepala atau bird-eye, mungkin akan kesulitan di awal-awal memainkannya. Apalagi bagi maniak GTA 3D. Butuh waktu sampai gamer tipe ini bisa menyesuaikan dengan skema kontrolnya. Tapi bagi gamer yang terbiasa dengan gaya kamera ini, seperti saya, Gamer Jalanan, tentu hal yang mudah dan segera terbiasa. Menariknya tak seperti GTA 2D sebelum-sebelumnya, kamera dalam GTA Chinatown Wars bisa diputar sesuai selera. 

Skema kontrol tak banyak berubah bila dibandingkan yang ada di GTA Advance. Keypad digital digunakan untuk berjalan ke masing-masing arah, sementara tombol aksi XYAB masing-masing punya fungsi sendiri. Saya tidak akan terlalu menjelaskannya, kalian cari tahulah sendiri. Yang pasti tombol yang ada di konsol NDS menurut saya sangat responsif untuk memainkan GTA Chinatown Wars. Bergerak, bertarung, menembak, mengendarai kendaraan, semuanya bisa dilakukan dengan mudah. Setidaknya saya, Gamer Jalanan, tidak mengalami kesulitan mengaplikasikannya.

Yang menarik dari skema kontrol ini adalah digunakannya fitur touch dalam NDS dengan optimal. Ya, fitur unik NDS ini dimaksimalkan Rockstar dengan memunculkan gameplay yang memerlukan penggunaan stylus. Di antaranya untuk mencuri mobil, melempar bom, membuka kunci, hingga mengakses email. 

Fitur touch diperlukan untuk menjinakkan bom waktu seperti ini.
Bukan sekadar gimmick, gameplay sentuh di GTA Chinatown benar-benar semakin menghidupkan atmosfer dunia gelap yang ada di game ini. Semakin memperkuat gameplay dan kontrol yang sebelumnya sudah sempurna. Itulah kenapa saya lebih merekomendasikan sahabat gamer untuk memainkan GTA Chinatown versi NDS ketimbang versi PSP. Well, jujur saya belum pernah main yang versi PSP, tapi kebanyakan gamer di luar negeri lebih memilih versi NDS yang inovatif ketimbang PSP yang kontrolnya terkunci pada tombol-tombol.

Oke, sekarang bicara gameplay. Ini GTA, dan saya, Gamer Jalanan, saya pikir tidak perlu lagi lah menjelaskan seperti apa gameplay dari game ini. GTA adalah salah satu perintis game open world di mana gamer bermain sebagai penjahat. Ya, di sini kita bermain sebagai penjahat. Kita merampok, merusak, membunuh, semuanya dilakukan di game ini. Makanya tak heran bila game ini menjadi salah satu game dengan rating Mature (M) alias dewasa yang ada di NDS.

Darah dan mayat di mana-mana. Game ini jelas bukan buat anak-anak.
Pada awalnya kalian hanya akan menjalankan perintah dari sang paman, Kenny Wu Lee. Lantas seiring progres, kalian akan mengikuti perintah beberapa tokoh triad dan mafia seperti Chan, Hsin, Zhou, Lester, Rudy, hingga polisi undercover yang terjerat dunia hitam, Heston. Beragam misi diberikan dan semuanya harus diselesaikan bila kalian ingin menamatkan gamenya. Tapi bila tidak ingin menamatkannya, bisa bereksplorasi sendiri secara bebas, terserah sahabat gamer mau ngapain. Ini kan GTA, saya rasa semuanya juga sudah tahu. Hahaha.

Tidak semua misi dimunculkan secara urut, beberapa rangkaian di antaranya bersifat alternatif atau pilihan. Misalnya dalam satu kesempatan, ada tiga email misi wajib. Nah, terserah kalian mau memilih misi yang mana terlebih dulu. Akan tetapi, ketiga misi itu semuanya harus diselesaikan bila progres game berlanjut. Kalau tidak mau ya kalian bisa keliling-keliling kota aja, mau naik mobil atau motor tak masalah.

Tinggal pilih mau naik motor atau mobil. Saya lebih suka naik sepeda motor.
Seperti namanya, Grand Theft Auto, atau kalau diterjemahkan secara kasar artinya “maling mobil besar-besaran”, mencuri kendaraan adalah gameplay utama dalam game ini. Di sepanjang permainan, kalian mesti mencuri mobil, motor, atau kapal demi menuntaskan misi. Kalian akan langsung bisa mengendarai mobil yang dicuri di tengah jalan setelah mengeluarkan pengemudinya. 

Namun untuk mobil yang terparkir, kalian mesti melakukan gameplay sentuh dengan stylus terlebih dulu sebelum melakukannya.  Bisa dengan menyambung kabel, hingga menyamakan kode password. Gameplay ini dibatasi waktu, artinya kalau sampai gagal hingga waktu habis, muncul tanda bintang yang artinya kalian sedang diburu polisi.

Mobil polisi bergantian siap mengadang.
Yeah, polisi, “teman” terbaik dalam game GTA. Banyak cara untuk memicu polisi memburu kalian. Mulai dari yang pertama tadi yaitu gagal maling mobil, terekam CCTV  atau ketahuan polisi ketika sedang mencuri mobil. Transaksi narkoba dan membunuh orang bisa diburu polisi bila kita tidak hati-hati memantau kamera CCTV yang terpasang di atas gedung-gedung.

Tapi yang paling menyebalkan menurut saya Gamer Jalanan adalah, ketika saya tidak sengaja menyerempet atau menabrak mobil polisi. Bila itu terjadi, secara otomatis akan muncul tandang bintang satu, dan mobil polisi mulai mengejar. Lantas semakin brutal kejahatan kita, tanda bintang ini akan bertambah hingga batasnya mencapai enam bintang. Bila sudah begitu,  bakal banyak sekali mobil polisi bersliweran ditambah helikopter yang siap melumpuhkan kita.

Setahu saya, ada empat cara untuk melenyapkan tanda bintang ini agar kita tidak jadi buronan polisi. Yang pertama adalah dengan melarikan diri sejauh-jauhnya hingga tak terkejar polisi. Yang kedua yaitu dengan mengecat ulang mobil di toko-toko berlambang spray. Yang ketiga, dengan melumpuhkan mobil polisi sejumlah yang ada di bawah tanda bintang. Terakhir, dengan masuk ke dalam rumah dan melakukan save. 

Huff, panjang juga ya tulisan saya ini. Sepertinya saya, Gamer Jalanan, perlu menyingkat ulasan segi gameplay. Tapi sebelum itu, saya ingin menjelaskan tentang senjata. Seperti yang sahabat gamer ketahui, GTA selalu “kaya” akan senjata. Ada banyak pilihan senjata yang bisa kalian gunakan dalam game ini. Mulai dari pistol standar, shotgun, senapan mesin, sniper, pedang, hingga favorit kita semua, flamethrower atau gergaji mesin.

Senjata tersembunyi di dalam tempat sampah.
Cara mendapatkannya pun beragam, bisa lewat membeli di toko Ammunation, mencuri dari penjahat/polisi, atau dengan menemukannya di tempat sampah dan tempat-tempat lainnya. Tapi kalian harus hati-hati, jangan sampai tertangkap polisi. Karena kalau sampai tertangkap polisi, senjata kalian akan hilang.

Ya memang kalian bisa membeli lagi senjata itu dengan uang, tapi mencari uang di GTA Chinatown Wars itu bukan hal yang mudah... kecuali kalian pakai cheat! *badumm-ts*. Ya, ada beberapa cara mencari uang di game ini, yaitu dengan menyelesaikan misi, menjual narkoba, hingga merampok dari orang yang lewat. Well, semua itu cara yang ilegal, kalian hanya boleh melakukannya di video game saja, jangan di dunia nyata. Okay?

Kalau mau mendapatkan uang secara legal, sahabat gamer bisa melakoni berbagai pekerjaan di game ini. Mulai dari menjadi sopir taksi, sopir ambulans, buka jasa tato, hingga menjadi polisi. Untuk cara yang terakhir itu cukup menarik dilakukan, hanya saja kalian harus mengamankan diri terlebih dulu dari kejaran polisi sebelum jadi polisi wannabe. 

Wah kacau sekali ini pertempuran melawan polisi.
Oh iya, selain cara-cara itu, kalian juga bisa mendapatkan uang dengan melakukan pekerjaan dari “orang-orang aneh” yang tersebar di seluruh kota. Kalian juga bisa mengikuti fitur rampage atau oddjob yang cukup seru. Pekerjaan-pekerjaan ini, baik yang legal maupun ilegal ini perlu kalian lakukan di GTA Chinatown Wars demi mendapatkan uang. Karena uang jadi salah satu elemen penting dalam game ini. Ada misi di mana kalian harus menyerahkan sejumlah uang kepada Paman Kenny. Ada juga misi di mana kalian mesti mengantarkan narkoba, sementara untuk beli narkoba itu butuh uang.

Ya intinya gameplay GTA Chinatown Wars itu seru banget. Kalian akan tenggelam cukup dalam, bahkan sangat dalam, ketika memainkan game ini. Begitu adiktif dan membuat ketagihan, replay value-nya terbilang tinggi. Kalaupun misalnya kalian stuck dalam suatu misi, kalian masih bisa melakoni hal-hal gila lainnya seperti yang sudah saya, Gamer Jalanan jabarkan di atas. Yang pasti gameplay-nya tidak mengecewakan.

Untuk ukuran NDS, grafis GTA Chinatown Wars terbilang ciamik.
Baiklah, sekarang kita bahas dari segi visual-audio. Dari segi grafis, saya rasa Rockstars Games sukses memaksimalkan kemampuan NDS. Buktinya, GTA Chinatown Wars hadir dengan warna-warna yang indah dengan gaya khas Tiongkok. Simpel, tapi memukau. Sepertinya mereka menggunakan gaya cell-shaded ala Zelda dan Okami yang begitu identik dengan seni rupa Asia Timur.

Perpaduan warna dengan desain lingkungan yang sederhana itu, sukses memanjakan mata. Setiap bangunan, kendaraan, dan elemen-elemen lainnya tampak cukup detail, terlepas dari sudut kamera atas kepala yang digunakan. Termasuk efek-efek permainan seperti darah yang menyembur atau kobaran/ledakan api, sangat terlihat nyata. Sehingga saya, Gamer Jalanan, cukup yakin untuk menyebut GTA Chinatown Wars sebagai salah satu game dengan grafis terbaik yang ada di NDS.

Kemudian dari departemen audio, baik musik maupun efek suara, saya tidak ada kritik. Karena semua suara yang saya dengar keluar dari game ini mampu bertahan cukup lama di kepala saya. Yeah, semua musiknya yang bergaya oriental terdengar pas dengan setiap elemen permainan. Saya rasa, Rockstar Games begitu serius menggarap departemen musiknya. Hasilnya merupakan sebuah soundtrack perpaduan budaya timur dan barat yang mampu melebur menjadi ciri khas GTA Chinatown Wars. 

Bisa mengendarai beragam jenis kendaraan, termasuk buldozer ini.
Pun begitu dengan efek suaranya, terbilang ikut menambah kesan yang ingin dibangun dalam setiap adegan dalam game. Sengitnya mengejar mobil musuh, hitungan mundur yang mengkhawatirkan, hingga ketika kita mendapati fakta-fakta di setiap cuplikan/cutscene adegan pertemuan Huang dengan bos-bos triad, semuanya benar-benar pas. Saya cukup percaya diri menyebut segi audio game ini begitu numero uno layaknya kualitas grafis yang sudah saya bahas sebelumnya.

Sayangnya, tidak ada voice acting dalam game ini. Semua percakapan tersaji dalam bentuk teks yang muncul secara real-time atau melalui serangkaian cutscene. Sementara untuk semua informasi misi, termasuk permintaan narkoba, bisa dibaca melalui email yang masuk ke PDA. Yup, PDA merupakan salah satu fitur yang membuat permainan terasa begitu mudah diakses. Ada banyak fitur di PDA, termasuk fitur GPS yang ikonik itu. 

Oke, untuk tingkat kesulitannya, menurut saya cukup sulit dan bertambah sulit seiring progres. Bahkan mungkin terbilang sulit. Tapi saya rasa tingkat kesulitan ini bukan menjadi masalah bagi para veteran GTA. Kalaupun baru dengan serial ini, kalau tidak salah ada opsi easy difficulty yang bisa dipilih. Ya cukup fair-lah kalau boleh dibilang. Namanya menjadi penjahat apalagi mafia kan bukan pekerjaan yang mudah. Berat, biar Dil** saja! #PLAK!

Huang menyadari apa yang dilakukannya melanggar hukum.
Secara pribadi sendiri, GTA Chinatown bagi saya, Gamer Jalanan, jelas sangat meninggalkan kesan. Game ini memberikan pengalaman GTA yang begitu memuaskan. Cerita oke, gameplay yahud, grafis dan musiknya mantap. Kapan lagi coba saya bisa merasakan menjadi seorang penjahat. Dari game ini juga saya mengetahui betapa menjadi seorang penjahat, seperti Huang, adalah hal yang berat.

Menariknya meski tampil dengan gaya pseudo-3D, dengan segala keterbatasan yang dimiliki NDS, Chinatown Wars tak kalah seru dengan pendahulu maupun suksesornya yang hadir dalam kualitas HD dan grafis maksimal. Bahkan menurut saya game ini sejajar dengan rilisan-rilisan GTA lainnya yang hadir di konsol rumahan.

Dan ya, sekali lagi saya tegaskan bahwa GTA Chinatown Wars hanyalah sekadar game. Jadi buat teman-teman jangan sekali-kali mencoba apa yang ada di game ini ke dunia nyata. Bahaya banget. Jangan sekali-kali mencoba narkoba atau bahkan malah mengedarkannya. Karena kalau itu terjadi, sebagaimana yang diperlihatkan dalam game ini, kalian akan berurusan dengan aparat berwajib. Sekali lagi, cukup mainkan gamenya saja buat hiburan, jangan dijadikan serius. Oke?

Pun begitu, saya Gamer Jalanan mengingatkan bahwa GTA merupakan game dengan rating dewasa. Artinya anak-anak di bawah usia 17 tahun dilarang keras memainkan game ini. Karena memang banyak sekali adegan-adegan kekerasan, kata-kata kasar, bahkan saya sempat menemukan materi eksplisit dalam game ini yang jelas-jelas bukan domainnya anak-anak. Wew.

Itulah tadi ulasan berbahasa Indonesia untuk game GTA Chinatown Wars yang rilis di konsol NDS. Saya kaget juga bisa menulis ulasannya sepanjang ini, hehehe. Tak heran kalau GTA Chinatown Wars menjadi salah satu game NDS terbaik versi saya, Gamer Jalanan. Dari skala 10, game ini saya beri nilai 9 yang artinya bagus sekali, sangat direkomendasikan. Sekian dulu ulasan kali ini, kita berjumpa lagi dalam kesempatan yang akan datang. Saya Gamer Jalanan... Salam Gamer! (gj)

Sumber gambar: Situs resmi Rockstar Games

1 comment: