Friday, February 25, 2022

Mengenang Nintendo DS: Konsol Handheld Terlaris di Dunia

HALO Sahabat Gamer! Saya Retro Lukman, kali ini mengajak teman-teman mengenang kembali konsol Nintendo terlaris sepanjang masa, apalagi kalau bukan Nintendo DS alias NDS.

Nintendo DS, konsol lipat yang hadir di era video game generasi ketujuh ini begitu fenomenal pada masanya. Padahal konsol ini dulu sempat diremehkan, namun tak dinyana berhasil menjadi konsol handheld terlaris di dunia.

Bapak Video Game Modern, Shigeru Miyamoto bersama Nintendo DS.

Ketika Nintendo DS diumumkan di awal 2004, banyak yang memperkirakan kalau konsol ini akan mengalami kegagalan. Ini dikarenakan fakta bahwa Sony mengembangkan konsol handheld mereka di waktu bersamaan. Sebagaimana Playstation 2 alias PS2 mengurangi penjualan Nintendo GameCube, banyak yang memprediksi PlayStation Portable alias PSP akan melakukan hal yang sama pada Nintendo DS. 

Apalagi PSP banyak mendapat pujian dan diklaim sebagai konsol portabel paling powerful dengan kemampuan grafis mutakhir, mendekati grafis konsol rumahan kala itu. Sementara di sisi lain, Nintendo DS disebut memiliki teknologi yang inferior, dengan visualnya yang terlihat seperti konsol generasi sebelumnya.

Nintendo DS (kanan) dan rivalnya, PlayStation Portable (PSP).

Meski dihujani banyak kritik, nyatanya Nintendo DS terus saja meluncur dan terjual lebih dari 154 juta unit di sepanjang masa produksinya. Maka muncul pertanyaan, bagaimana Nintendo DS yang disebut berkualitas lebih rendah, bisa menjadi konsol handheld paling sukses sepanjang masa?

Salah satu alasan utama kesuksesan Nintendo DS adalah kesederhanaan dan aksesibilitas yang dimilikinya. Orang-orang yang tidak familiar dengan video game masih bisa memahami tampilan antarmuka Nintendo DS. Itulah kenapa Paman saya yang tidak suka bermain video game bahkan memiliki Nintendo DS saat konsol ini dalam masa jayanya.

Kontrol Nintendo menggunakan layar sentuh dengan stylus.

Alasan kesuksesan NDS berikutnya adalah touch screen alias layar sentuh. Layar bawah adalah layar sentuh, dan bagi banyak orang, ini adalah pertama kalinya mereka memiliki perangkat dengan layar sentuh. Nintendo DS juga hadir dengan stylus, yang digunakan untuk mengendalikan layar sentuh. Perlu diingat bahwa di tahun 2004, iPhone bahkan belum eksis dan perangkat dengan layar sentuh kurang begitu populer seperti sekarang ini.

Nintendo juga dikenal dengan pemikiran out of the box alias tidak biasa dan tidak terduga-duga, dan hal itu juga berlaku untuk Nintendo DS. DS merupakan singkatan untuk "Dual Screen", karena memiliki dua layar yang inovatif. Layar atas digunakan untuk aksi utama, sedangkan layar bawah digunakan untuk fitur-fitur pendukung permainan seperti peta, perlengkapan, atau sudut pandang kedua.

Selain Dual Screen, kepanjangan DS lainnya yaitu Developer System, dikarenakan konsol ini memberikan peralatan baru bagi para kreator game, yang bisa digunakan untuk mengembangkan game-game inovatif.

Mario Kart DS, salah satu alasan utama memiliki Nintendo DS.

Game memainkan peran paling besar dalam kesuksesan Nintendo DS. Totalnya ada lebih dari dua ribu game yang dirilis untuk Nintendo DS, yang artinya ada banyak game untuk semua tipe penggunanya. Hal ini membuat Nintendo DS sangat populer di antara target pengguna yang besar. 

Beberapa judul game dengan penjualan terlaris di antaranya Nintendogs, Animal Crossing Wild World, Brain Age, Pokemon Diamond & Pearl, dan New Super Mario Bros. Game seperti Mario Kart DS juga bisa dinikmati bersama teman-teman berkat dukungan wireless atau koneksi tanpa kabel.

Tidak seperti kompetitornya, Nintendo tidak hanya berfokus pada para gamer hardcore. Banyak game Nintendo yang mudah dimainkan, bahkan orang-orang yang sebelumnya tidak pernah bermain game sekalipun akan bisa dengan cepat memahami cara memainkannya.

Slot cartridge GBA di bagian depan Nintendo DS Lite.

Nintendo DS juga punya dua slot, yang pertama untuk cartridge game Nintendo DS di bagian belakang, dan satunya lagi untuk cartridge game Game Boy Advance di bagian depan. Hal ini menjadikan Nintendo DS memiliki kemampuan backward compability alias bisa memainkan game dari konsol terdahulu, sehingga pemilik Nintendo DS juga bisa memainkan game-game populer dari Game Boy Advance seperti Pokemon Emerald, Metroid Fusion, dan The Legend of Zelda: The Minish Cap.

Nintendo tahu bahwa daya tahan baterai sangat penting bagi konsol handheld. Itulah kenapa Nintendo DS mampu bertahan hingga sepuluh jam dalam kondisi baterai terisi penuh.

Sejak pertama kali diperkenalkan tahun 2004 hingga 2013, beragam varian Nintendo DS telah dirilis. Model pertamanya rilis tahun 2004, yang kini dikenal dengan sebutan Nintendo DS Fat. Tahun 2006, varian kedua yaitu Nintendo DS Lite dirilis, ukurannya lebih ramping dan lebih ringan, punya daya baterai yang lebih baik, dan juga layar yang lebih terang. 

Semua varian Nintendo DS.

Di tahun 2008, varian ketiga yaitu Nintendo DSi dirilis, dengan ukuran jauh lebih ramping dan layar yang lebih besar. Selain itu juga punya dua kamera digital. Sayangnya DSi tidak memiliki kemampuan backward compability karena tidak ada slot cartridge Game Boy Advance. 

Setahun kemudian, varian keempat yang juga terakhir yaitu Nintendo DSi XL dirilis, dengan ukuran dan layar yang bahkan jauh lebih besar. Speaker dan daya tahan baterainya juga mengalami peningkatan. Keempat model yang berbeda ini memberikan pilihan pada para kustomer, dan membantu meningkatkan penjualan lebih jauh lagi.

Dan alasan terakhir ketenaran Nintendo DS kala itu ada pada harganya. Dibanderol dengan harga rilis 150 dolar, Nintendo DS jauh lebih murah ketimbang rival utamanya, PlayStation Portable alias PSP. Ketika PSP mampu terjual sebanyak 82 juta unit, Nintendo DS menjadi konsol handheld terlaris sepanjang masa, dengan penjualan mencapai angka yang jauh begitu fantastis, yaitu 154 juta unit. Sebuah angka mengagumkan yang menempatkannya sebagai konsol video game terlaris kedua sepanjang masa di bawah konsol rumahan PlayStation 2.

Legenda Nintendo, Satoru Iwata bersama Nintendo DS.

Memang sangat mudah untuk melihat keunggulan yang dimiliki Nintendo DS. Bahkan di masa sekarang, harga seken konsol ini masih jauh lebih murah ketimbang PSP. Saya sendiri mengenal konsol ini pertama kali tahun 2006 saat masih kuliah, dan pertama kali memainkan konsol aslinya di tahun 2007 atau 2008 saya lupa, yaitu dengan meminjam Nintendo DS punya paman saya. Waktu itu keluarga paman saya lagi kecanduan memainkan game Brain Age, dan saya ikut-ikutan main. Hahaha...

Selain Brain Age, beberapa game yang pernah saya mainkan ketika itu antara lain Contra 4 dan Pokemon Diamond. Melihat permainannya yang seru, membuat saya waktu itu sempat berkeinginan memiliki konsol ini. Walaupun kemudian keinginan itu terlupakan setelah saya bisa memainkan game-game Nintendo DS melalui emulator. Saat itu emulator Drastic belum ada, saya mainnya di emulator iDeaS, No$GBA, dan DeSmume di komputer. Khususnya memainkan game-game Pokemon, mengingat saat itu saya jadi admin di salah satu komunitas Pokemon.

Pokethlon, minigame terbaik Pokemon ada di Nintendo DS.

Keinginan untuk memiliki Nintendo DS akhirnya muncul kembali di tahun 2017, ketika saya ingin bisa memainkan Tetris DS di konsol aslinya karena kontrolnya tidak nyaman bila dimainkan di emulator. Saya ingin punya Nintendo DS untuk mengisi waktu luang di sela-sela pekerjaan saya yang acapkali membuat saya menunggu. Saya pun membeli Nintendo DS Lite putih ini dan sejak saat itu hampir selalu saya mainkan setiap hari, sekadar untuk melepas penat setelah lelah bekerja.

Memainkan Nintendo DS merupakan salah satu pengalaman video game terbaik saya yang tak terlupakan. Game-gamenya ada banyak sekali, begitu menyenangkan, begitu bervariasi, dan tentunya masih sangat layak untuk dimainkan, bahkan hingga tahun-tahun yang akan datang. Jadi, jangan pernah ragu memiliki konsol ini.

Tetris DS, game terbaik di Nintendo DS versi saya.

Bagaimana menurut Sahabat Gamer? Apa pengalaman kalian dengan Nintendo DS? Share yuk di kolom komentar. Oh iya, artikel ini juga sebelumnya tayang dalam bentuk video di channel YouTube saya, Retro Lukman, klik di sini untuk menyaksikannya.

Saya Retro Lukman, terima kasih teman-teman sudah membaca, sampai jumpa lagi di artikel berikutnya dan... Salam Gamer! (gj)

No comments:

Post a Comment