Monday, July 18, 2016

‘Darkwing Duck’, Bergelantungan Memberantas Kejahatan

(sumber gambar: official art)
Halo sahabat gamer! Saya Gamer Jalanan, hari ini adalah hari ulang tahun saya yang ke-28 tahun, dan saya akan mengulas sebuah game yang cukup berkesan dalam hidup saya, Darkwing Duck di konsol Nintendo Entertainment System (NES). Game ini adalah adaptasi dari serial animasi Disney berjudul sama yang pernah populer di era 90-an, dulu tayang di Club Disney Indonesia. Serial animasi Darkwing Duck adalah serial animasi favorit saya, maka jangan heran bila versi gamenya membuat saya begitu tertarik.

Sama seperti game Jurassic Park, game Darkwing Duck ini juga saya dapatkan dari kakak ipar saya yang dulu masih berstatus kekasih kakak saya. Dibuat oleh Capcom di tahun 1992, di penghujung era NES, game bergenre action-platformer ini begitu terasa familiar bagi saya. Apalagi kualitas game ini juga terbilang baik secara audio-visual, gameplay, plot, maupun elemen adaptasinya, membuat saya merasa game ini adalah pengejewantahan terbaik serial Darkwing Duck dalam bentuk video game. Tanpa banyak bicara lagi, langsung saja saya ulas game ini... Let’s get dangerous!

Darkwing Duck adalah sosok superhero pembela kebenaran yang bisa dibilang perpaduan antara Donald Duck dengan Batman. Dia adalah bebek bertopeng dan berjubah ala zorro yang memiliki kemampuan tempur dan peralatan canggih untuk melumpuhkan setiap penjahat yang beraksi di Kota St. Canard. Kemampuan unik Darkwing Duck sekali lagi dibutuhkan saat kejahatan merajalela di berbagai tempat di St. Canard. F.O.W.L, organisasi kriminal pimpinan Steel Beak ditengarai menjadi dalang dalam semua aksi kejahatan ini. Berbekal senjata gasnya, Darkwing pun mesti bepergian ke tujuh lokasi di St. Canard untuk menegakkan kebenaran. Singkatnya itulah plot dalam game Darkwing Duck.

Darkwing dapat menangkis serangan lawan dengan jubahnya.
Gameplay Darkwing Duck adalah action-platfomer standar dengan beberapa inovasi yang menjadikannya unik dibandingkan game-game sejenis. Capcom terbilang brilian dalam meramu gameplay dari game ini, sehingga walaupun memiliki kemiripan dengan game-game Disney buatan Capcom sebelumnya yaitu Duck Tales dan Chip ‘n Dale, Darkwing Duck versi NES ini tetap bersinar dengan caranya sendiri. Selain melompat dan menembak, bebek jagoan saya ini juga bisa menangkis dengan jubahnya, bergelantungan, dan menggunakan tiga jenis senjata canggih berbasis adaptor gas untuk digabungkan dengan pistol gas atau gas gun standar yang digunakannya. 

Tiga adaptor senjata itu adalah Heavy Gas, Arrow Gas, dan Thunder Gas. Heavy Gas (HG) menghasilkan serangan yang merambat di tanah, Arrow Gas (AG) memunculkan panah besar yang bisa digunakan untuk memanjat, sementara Thunder Gas (TG) merupakan senjata penyerang dengan dua petir yang bergerak ke arah atas dan bawah secara diagonal. Ketiga senjata ini bisa didapatkan di sepanjang permainan, namun Darkwing hanya bisa menyimpan satu senjata. Artinya ketika Darkwing sudah memiliki HG lantas dia mengambil AG, maka HG akan hilang dan berganti dengan AG. Ketiga senjata ini memiliki amunisi yang terbatas, yang bisa diisi ulang dengan mengambil botol berlogo huruf G. Senjata ini bisa diaktifkan dengan menekan tombol SELECT.

Darkwing bergelantungan pada tuas untuk memunculkan rantai.
Bergelantungan menjadi elemen penting dalam game Darkwing Duck. Jagoan saya ini mesti melompat dan bergelantungan untuk mencapai tempat tujuan maupun tempat-tempat tertentu. Beberapa lokasi menuntut Darkwing untuk berpindah dari satu pegangan ke pegangan lain dengan bergelantungan secara cepat. Selain itu, Darkwing juga mesti sesekali bergelantung pada tuas mekanis untuk memunculkan pijakan atau pegangan agar bisa mencapai tempat tujuan, atau untuk menyalakan lampu. Bergelantungan ini juga bisa dilakukan pada panah Arrow Gas, yang biasanya membawa pada lokasi-lokasi tersembunyi dan bonus. Pada awalnya kontrol bergelantungan ini akan cukup menyusahkan, namun apabila sudah terbiasa akan terasa begitu menyenangkan.

Darkwing memiliki tiga default life atau nyawa yang menjadi kesempatan bermain. Jumlah nyawa ini bisa bertambah bila mengambil item berbentuk boneka Darkwing atau mendapatkan skor tertentu. Skor didapatkan dari mengambil item emas dan berlian. Setiap nyawa terdiri dari Health Meter yang ditandai dengan logo hati di pojok kiri atas layar permainan. Health Meter terdiri dari empat bagian, di mana setiap kali Darkwing terkena serangan, satu bagiannya akan hilang. Health Meter bisa kembali diisi penuh dengan mengambil item berbentuk botol berlogo hati atau kotak berlogo hati. Bila semua bagian Health Meter ini habis, maka Darkwing kehilangan satu nyawanya.

Pilihan lokasi untuk Darkwing beraksi di St. Canard.
Pada permulaan permainan saya bisa memilih satu dari tiga pilihan lokasi atau stage untuk dituju, masing-masing dengan ikon balon bertuliskan ‘HELP’. Saat lokasi tersebut disorot, rekan Darkwing bernama Launchpad akan menjelaskan apa yang sedang terjadi pada lokasi tersebut. Apabila ketiga lokasi ini sudah clear alias diselesaikan, akan muncul tiga lokasi baru untuk dipilih. Bila tiga lokasi baru ini selesai dimainkandengan sukses, akan muncul satu lokasi baru yang menjadi stage terakhir game ini. Ketujuh stage ini terdiri dari lingkungan yang berbeda satu sama lain, dengan musuh-musuh yang berbeda pula. Mulai dari lokasi jembatan, pusat kota, selokan, hutan, menara, pelabuhan, dan kapal laut.

Di setiap stage dalam game ini terdapat level bonus yang lokasinya tersembunyi. Dengan menembakkan gas gun pada lokasi tertentu, akan muncul sinyal bertuliskan ‘GO’, yang bilamana didatangi akan membawa Darkwing ke level bonus. Dalam level bonus ini Darkwing mesti menembak sebanyak mungkin telur berisi berbagai item, mulai dari tabung gas, kotak Health Meter, emas, berlian, hingga boneka Darkwing. Dalam jenis level bonus lainnya, Darkwing mesti membuka item-item itu dengan jubahnya. Tentu saja sebagai level bonus, ada batas waktu untuk mengumpulkan item-item ini. Saat batas waktu habis,Darkwing akan kembali ke permulaan stage. Level bonus ini hanya bisa diakses satu kali saja.

Salah satu tampilan level bonus yang lokasinya tersembunyi.
Dari segi grafis, Darkwing Duck terlihat begitu indah dengan warna yang begitu terang, animasi yang begitu halus, dan detail yang begitu jelas. Bisa dibilang visual dalam game ini merupakan penyempurnaan dari visual yang sebelumnya digunakan dalam game Mega Man dan Duck Tales. Hal ini tidak mengherankan mengingat game ini rilis di akhir usia NES di mana para developer telah berhasil memaksimalkan kemampuan konsol 8-bit dari Nintendo ini. Meski masih terdapat grafis berpendar pada sprite karakter-karakternya, khususnya karakter Darkwing, namun menurut saya tidak terlalu mengganggu kenikmatan permainan karena kemunculannya terbilang minim, biasanya pada saat frame dengan pergerakan yang terbilang cepat.

Penggambaran karakter-karakternya terbilang niat, di mana masing-masing begitu mewakili sumber asli di serial animasinya. Sprite Darkwing misalnya, hadir lengkap dengan aksesorisnya mulai dari topi, jubah, hingga topengnya terlihat jelas. Hal yang sama berlaku pada musuh-musuh Darkwing, di mana saya bisa mendeskripsikan mereka masing-masing. Mulai dari buaya, kura-kura, tikus mondok, hingga bebek cyborg ala terminator, semuanya begitu khas dan mewarnai permainan. Pun begitu dengan masing-masing boss di setiap level yang digarap dengan baik menyerupai tampilan mereka di serial animasinya.

Darkwing berhadapan dengan salah satu boss stage, Mega Volt.
Dari segi suara, Darkwing Duck penuh dengan musik latar yang begitu terinspirasi dari serial animasinya. Bisa dibilang Capcom memanfaatkan penuh musik dalam serial animasi Darkwing Duck, mengubahnya menjadi musik 8-bit, dan mereka melakukannya dengan sangat baik. Musik ini akan langsung mengingatkan saya pada serial Darkwing Duck saat saya mendengarnya, dimulai pada intro pembukanya di mana lagu tema Darkwing Duck mengalun dengan begitu khas. Kira-kira translasi musik serial animasi ke dalam kualitas suara 8-bit setara dengan apa yang dilakukan Konami dengan adaptasi Kura-Kura Ninja mereka. Begitu indah, ngepas banget dengan grafis permainannya. 

Setiap stage dalam Darkwing Duck memiliki musik latar yang berbeda satu sama lain. Ini tentunya memberikan variasi pada permainan, menjadikannya tidak monoton. Setiap musik latar ini digarap dengan baik sehingga terdengar catchy dan mendukung suasana permain. Khususnya musik khusus setiap melawan boss yang menurut saya menambah unsur ketegangan permainan. Bicara efek suara, sebenarnya tidak banyak efek suara dalam game ini karena sejelas telinga mendengar yang ada hanya suara tembakan dan suara saat terkena serangan. Meski begitu ini cukup untuk memberikan pertanda serangan-serangan yang masuk dan keluar.

Setiap stage dalam game Darkwing Duck memiliki desain dan rintangan yang menarik.
Kontrol dalam Darkwing Duck terbilang sederhana dan responsif. Tombol A untuk menembak, B untuk melompat dan bergelantungan, SELECT untuk menggunakan adaptor senjata gas. Tombol arah kanan dan kiri digunakan untuk berjalan, tombol arah atas untuk melindungi diri dengan jubah, sementara arah bawah untuk merunduk atau menjatuhkan diri dari pegangan atas. Semua aksi dalam tombol ini begitu mudah dilakukan, walaupun mungkin untuk beberapa aksi diperlukan presisi yang tepat saat menekannya. Misalnya saat bergelantungan melompat dari satu pegangan ke pegangan lainnya atau saat melompat dari satu platform ke platform lainnya. Bila tidak berhati-hati dipastikan akan terjatuh dan kehilangan nyawa. 

Untuk tingkat kesulitannya mungkin sudah tepat, dalam artian sesuai standar game-game NES yang terbilang sulit. Meski sulit, namun menurut saya Darkwing Duck masih berada di bawah tingkat kesulitan Mega Man. Kalau buat saya sih, tingkat kesulitan dalam Darkwing Duck terbilang menantang dan masih bisa ditaklukkan. Dibutuhkan skill dan pengalaman untuk bisa menamatkan game ini. Masing-masing musuh memiliki pola serangan tersendiri, dan setiap bagian stage memiliki cara tersendiri untuk dilewati. Karenanya mungkin dibutuhkan sedikit strategi, kelihaian, dan hafalan untuk bisa menyelesaikan setiap stage, yang ditandai dengan animasi Darkwing mengendarai sepeda motornya dan tulisan ‘JOB WELL DONE’ bergerak di atasnya.

Bunga monster yang menempel di pohon ini cukup menyulitkan saya.
Tingkat kesulitan ini sendiri menurut saya memiliki peran dalam meningkatkan replay value. Saya ingat saya memainkan game ini berkali-kali ketika masih remaja dulu, karena saya berkali-kali kehilangan nyawa pada stage-stage tertentu. Alhasil saya mesti mengulang permainan dari awal lagi. Dengan total tujuh stage yang masing-masing memiliki rintangannya masing-masing, durasi permainan Darkwing Duck terbilang panjang. Tidak ada fitur password seperti Mega Man dalam game ini yang menurut saya memang sudah tepat untuk menjadikan game ini begitu menantang. Saya ingat memainkan game ini berkali-kali di musim liburan sekolah hingga saya tiba di stage terakhirnya.

Di luar elemen-elemen standar video game, Darkwing Duck memiliki presentasi yang menurut saya begitu menarik. Game ini memiliki intro pembuka yang begitu keren, memperkenalkan gamer pada sosok Darkwing Duck yang misterius dengan kalimat perkenalannya, “I’m Darkwing Duck” digurat layaknya komik. Disusul kemudian animasi Darkwing yang tengah mengendarai sepeda motornya di jalanan, disorot lampu di tengah kegelapan, terbang dengan pesawat Thunderquack-nya yang begitu ikonik, hingga tampilan close-up wajah bebek jagoan ini. Semua itu diiringi lagu tema Darkwing Duck yang selalu terkenang di benak saya. Tidak sampai di situ, layar judulnya juga tampak epik dengan bayangan Darkwing yang begitu besar. Cukuplah semua itu membuat saya mendaulat game ini sebagai game dengan opening terbaik di NES setelah Mega Man II.

Opening ciamik yang memperkenalkan sosok Darkwing.
Secara keseluruhan Darkwing Duck adalah sebuah adaptasi sempurna dari serial animasi Darkwing Duck. Atmosfernya berhasil dihadirkan dengan baik oleh Capcom berkat semua sentuhannya, khususnya presentasinya yang begitu indah untuk ukuran game-game adaptasi di NES. Saya tidak mencatatkan adanya kelemahan dalam game ini, karena menurut saya semua elemen permainannya telah sukses menyajikan sebuah permainan yang menantang. Maka jangan heran bila game ini saya pilih sebagai salah satu game terbaik dalam daftar 10 game NES terbaik versi saya. Ini adalah game adaptasi yang begitu seru dan menantang karena membuat saya bisa merasakan beraksi layaknya Darkwing Duck. Dan seperti kata jagoan saya ini, “Let’s Get Dangerous!” (gj) 

*NB: Gambar-gambar screenshot merupakan dokumentasi pribadi.

2 comments:

  1. Ahh...
    Bring back memories.. 😃
    Main game ini pas jaman SD di nintendo 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu sudah pernah tamat belum Mas Bro? Saya dulu kepentok lawan boss terakhirnya si SteelBeak. :D

      Delete