Friday, July 29, 2016

5 Game 'The Legend of Zelda' Terbaik Versi Saya

(sumber gambar: official art)
Halo Sahabat Gamer, saya Gamer Jalanan, seperti yang sudah saya katakan di ulasan Darkwing Duck sebelumnya, bulan Juli ini adalah bulan kelahiran saya. Karenanya dalam daftar terbaik kali ini saya, Gamer Jalanan, ingin menampilkan daftar game terbaik dari salah satu serial game terbaik favorit saya. Bila sebelumnya saya menampilkan daftar 5 game Pokemon terbaik versi saya, yang menjadi artikel Gamer Jalanan paling banyak dibaca sampai saat ini, maka di kesempatan ini saya akan menampilkan daftar game terbaik dari serial game favorit saya lainnya, The Legend of Zelda.

Bagi yang belum tahu, The Legend of Zelda adalah serial game action-adventure dengan elemen penjelajahan yang kuat, dan termasuk pelopor dalam genre ini. Saya pikir saat ini adalah saat yang tepat untuk menulis artikel game terbaik dari serial The Legend of Zelda, atau biar singkatnya kita sebut Zelda saja. Kenapa saya bilang saat yang tepat? Pertama karena di tahun 2016 ini Zelda merayakan hari jadinya yang ke-30 tahun, di mana tiga dekade lalu game pertamanya, The Legend of Zelda dirilis untuk konsol Nintendo Entertainment System (NES) dan menjadi hit. Alasan kedua adalah karena di tahun ini diumumkan judul resmi game terbaru Zelda yang direncanakan rilis tahun 2017 mendatang yaitu The Legend of Zelda: Breath of the Wild.

Thursday, July 28, 2016

Satu Jam Bermain ‘Call of Duty: Ghosts’

(sumber gambar: megaman-central.com)
Satu jam tidaklah cukup untuk bermain video game. Apalagi video game zaman sekarang memiliki rentang waktu permainan hingga berjam-jam dengan tingkat kesulitan yang memaksa kalian memainkannya berulang-ulang. Tapi satu jam terbilang cukup untuk memberikan kesan kepada gamer mengenai tampilan game tersebut, dari segi visual, audio, dan gameplay. Dan bagi saya, Gamer Jalanan, satu jam sudah cukup untuk mengetahui bagaimana keseluruhan permainan bakal berjalan, dan cukup waktu untuk menentukan melanjutkan permainan atau menghentikannya.

Pada kesempatan ini saya, Gamer Jalanan, mengajak kalian memainkan game first-person shooter (FPS) populer, Call of Duty (COD) di konsol PlayStation 3 (PS3). Adapun seri yang saya mainkan kali ini adalah ‘Call of Duty: Ghosts’, seri ke-10 dalam kronologi Call of Duty, dan merupakan game Call of Duty keenam yang dikembangkan oleh Infinity Ward, dengan Activision tentu saja menjadi penerbitnya. Ini adalah kali pertama saya memainkan kembali game COD setelah satu dekade lebih tidak memainkan serial game FPS paling populer ini. Sebelumnya, kira-kira di tahun 2006 atau 2007, saya lupa tahun persisnya, saya sempat memainkan game ‘Call of Duty 4: Modern Warfare’, yang menurut saya dan kebanyakan gamer FPS lainnya merupakan seri terbaik dari game COD.

Monday, July 18, 2016

‘Darkwing Duck’, Bergelantungan Memberantas Kejahatan

(sumber gambar: official art)
Halo sahabat gamer! Saya Gamer Jalanan, hari ini adalah hari ulang tahun saya yang ke-28 tahun, dan saya akan mengulas sebuah game yang cukup berkesan dalam hidup saya, Darkwing Duck di konsol Nintendo Entertainment System (NES). Game ini adalah adaptasi dari serial animasi Disney berjudul sama yang pernah populer di era 90-an, dulu tayang di Club Disney Indonesia. Serial animasi Darkwing Duck adalah serial animasi favorit saya, maka jangan heran bila versi gamenya membuat saya begitu tertarik.

Sama seperti game Jurassic Park, game Darkwing Duck ini juga saya dapatkan dari kakak ipar saya yang dulu masih berstatus kekasih kakak saya. Dibuat oleh Capcom di tahun 1992, di penghujung era NES, game bergenre action-platformer ini begitu terasa familiar bagi saya. Apalagi kualitas game ini juga terbilang baik secara audio-visual, gameplay, plot, maupun elemen adaptasinya, membuat saya merasa game ini adalah pengejewantahan terbaik serial Darkwing Duck dalam bentuk video game. Tanpa banyak bicara lagi, langsung saja saya ulas game ini... Let’s get dangerous!

Bicara tentang Fenomena Pokemon GO

(sumber gambar: squarespace.com)
Halo sahabat gamer, saya Gamer Jalanan, dalam ruang opini kali ini akan membahas tentang fenomena game mobile Pokemon GO yang berkonsep augmented reality (AR). Game ini sebagaimana yang sudah saya duga sebelumnya, telah sukses menjadi sebuah fenomena baru dalam pengalaman game mobile. Buktinya adalah game ini telah diunduh hingga angka yang fenomenal, mengalahkan aplikasi populer semacam Twitter dan Instagram. Tentu ada sesuatu yang menarik dalam aplikasi permainan ini dan saya, Gamer Jalanan akan mengulasnya selengkap yang saya bisa untuk sahabat gamer di mana pun berada.

Sahabat gamer, saya Gamer Jalanan, tampaknya tak perlu menjelaskan lagi mengenai aplikasi game teranyar dari franchise Pokemon yang populer ini. Karena saya yakin kalian pasti sudah tahu bahkan sudah memainkan aplikasi buatan Niantic yang merupakan penerus spiritual dari game mereka sebelumnya, Ingress. Well intinya dalam game ini kalian menggunakan fitur kamera di ponsel kalian untuk melihat Pokemon di lingkungan sekitar kalian, menangkapnya, dan menggunakannya untuk bertarung Pokemon. Dengan teknologi berbasis AR dan GPS, Pokemon hadir secara digital di sekitar kita dan kita bisa merasakan serunya berburu Pokemon di dunia nyata!

Tuesday, June 28, 2016

Satu Jam Bermain 'Assassin's Creed III'

(sumber gambar: gamescracker.org)
Satu jam tidaklah cukup untuk bermain video game. Apalagi video game zaman sekarang memiliki rentang waktu permainan hingga berjam-jam dengan tingkat kesulitan yang memaksa kalian memainkannya berulang-ulang. Tapi satu jam terbilang cukup untuk memberikan kesan kepada gamer mengenai tampilan game tersebut, dari segi visual, audio, dan gameplay. Dan bagi saya, Gamer Jalanan, satu jam sudah cukup untuk mengetahui bagaimana keseluruhan permainan bakal berjalan, dan cukup waktu untuk menentukan melanjutkan permainan atau menghentikannya.

Di bulan Juni ini saya akan mengajak kalian bermain game action-adventure dengan elemen stealth yang kental, ‘Assassin’s Creed’. Awalnya saya bingung mau memainkan yang mana, ‘Assassin’s Creed III’ atau ‘Assassin’s Creed IV: Black Flag’, mengingat keduanya sama-sama ada di PlayStation 3 (PS3) yang saya mainkan. Tapi akhirnya saya memilih memainkan seri ketiganya agar lebih kronologis. Dirilis tahun 2012 oleh Ubisoft, game ini merupakan game kelima dari serial ‘Assassin’s Creed’ yang merupakan sekuel langsung dari game ‘Assassin’s Creed: Revelations’. 

Saturday, June 25, 2016

5 Game TMNT Terbaik Versi Saya

(sumber gambar: fictionalcrossover.wikia.com)
Halo sahabat gamer. Saya Gamer Jalanan, jumpa lagi di artikel daftar terbaik Gamer Jalanan. Bulan ini adalah bulan yang menyenangkan buat penggemar serial Teenage Mutant Ninja Turtles (TMNT) atau Kura-Kura Ninja. Karena di bulan ini kita bisa menikmati seri terbaru aksi para kura-kura mutan ini, baik dalam format film layar lebar maupun format video game interaktif. Dalam format film layar lebar ada ‘Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows’, sementara dalam format video game ada ‘Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutants in Manhattan’.

Tentu, sebagai penggemar Kura-Kura Ninja, saya antusias saat mengetahui dua judul tersebut sudah muncul di permukaan. Sayangnya, saya masih belum bisa menyaksikan film maupun memainkan game tersebut. Review dari para kritikus pun menjadi pertimbangan saya untuk memutuskan apakah keduanya perlu saya cicipi. Dalam hal ini, menyaksikan Out of the Shadows merupakan pilihan yang paling mungkin, sedangkan Mutants in Manhattan sepertinya dilewatkan saja.


Friday, June 24, 2016

‘Plants Vs. Zombies’, Ketika Tumbuhan Bertemu Mayat Hidup

(sumber gambar: popcap.com)
Saya Gamer Jalanan, Gamer PC, kali ini mengulas salah satu game yang sangat dikenal gamer Indonesia khususnya yang memiliki komputer. Game tersebut adalah ‘Plants Vs. Zombies’, game kasual yang sukses memperkenalkan sub-genre baru dalam genre strategy, yaitu genre tower defense. Game ini begitu suksesnya hingga dibuat sekuel dan juga spin-off bergenre third person shooter-nya, Garden Warfare. Perlu diketahui bahwa saya hanya mengulas gamenya, tidak menyediakan link unduhan gamenya. Jadi silakan cari file gamenya di tempat lain.

PopCap Games dikenal sebagai developer game-game kasual di PC, di antaranya yang populer yaitu Bejeweled dan Zuma. Namun di antara game-gamenya yang populer tersebut, Plants Vs. Zombies menjadi yang paling dikenal berkat inovasi dan keunikannya. Ide game Plants Vs. Zombies yang pertama kali dirilis tahun 2009 sendiri terbilang orisinal dan belum pernah terpikirkan sebelumnya. Dari judulnya saja, orang dibuat penasaran bagaimana bisa tumbuhan melawan mayat hidup. Kenyataannya, ide absurd ini bisa diolah dengan begitu baik oleh PopCap Games, menghasilkan sebuah game yang bukan hanya menarik, tapi juga menjadi pelopor game-game sejenis.