Showing posts with label snes. Show all posts
Showing posts with label snes. Show all posts

Monday, December 10, 2018

Mesin Jadul di Era Kekinian yang Tak Relevan

NES Classic (kanan) disandingkan dengan NES Original. (Foto: theverge.com)
Halo sahabat gamer, saya Retro Lukman Gamer Jalanan. Dalam catatan kali ini, saya tertarik membahas tentang mesin atau konsol-konsol video game klasik yang dihadirkan kembali dalam rupa baru (dalam kasing yang mirip-mirip) di era kekinian alias next-gen. Pasalnya, meski memunculkan hype yang terbilang besar, khususnya di kalangan gamer retro, namun menurut saya kehadiran konsol-konsol ini tidak relevan atau bahkan useless alias sia-sia belaka.

Hype konsol retro kekinian ini dimulai dari NES Classic Mini Edition, bentuk mini konsol rumahan pertama Nintendo, NES (atau akrab disebut hanya Nintendo di Indonesia) hingga yang terbaru PlayStation Classic. Konsol-konsol ini merupakan mesin original yang diproduksi perusahaan-perusahaan resminya, seakan memaksa gamer merupakan ragam konsol klon dari perusahaan-perusahaan non resmi.

Thursday, October 18, 2018

10 Game SNES Terbaik Versi Saya

(Sumber foto: redbull.com)

Halo Sahabat Gamer! Saya Gamer Jalanan, kembali lagi di daftar game terbaik! Di edisi kali ini, saya akan menampilkan 10 game terbaik yang ada di konsol Super Nintendo Entertainment System (SNES). Bagi yang belum tahu, SNES merupakan konsol penerus Nintendo Entertainment System (NES), dengan kualitas yang digandakan menjadi 16-bit.

Selain menjadi penerus kesuksesan NES, SNES yang juga dikenal dengan sebutan Super Nintendo atau SNES merupakan jawaban Nintendo akan kehadiran Sega Mega Drive/Genesis. Sama-sama memiliki kemampuan prosesor 16-bit, kemunculan SNES sekaligus memulai salah satu “perang konsol” yang paling diingat dalam sejarah video game modern, Sega Vs Nintendo.

Tuesday, April 12, 2016

‘Batman Returns’ Vs. ‘The Death and Return of Superman’

Apa kabar sahabat gamer? Saya Gamer Jalanan, pada kesempatan kali ini saya ingin membuka sebuah rubrik baru di blog game Gamer Jalanan ini yang saya beri nama ‘Arena Versus’. Dari judulnya kalian mungkin sudah menduga bahwa rubrik ini akan mempertemukan dua entitas video game, entah itu video game atau konsol video game yang memiliki banyak kesamaan, namun juga memiliki perbedaan tertentu yang menjadi salah satunya lebih unggul dibandingkan yang lain.

Selain ulasan tentang video game dan daftar video game terbaik, versus adalah bentuk artikel yang saya sukai dari blog-blog video game luar negeri. Entah itu membandingkan dua game berbeda yang memiliki banyak kesamaan, atau membandingkan dua konsol yang masing-masing diklaim sebagai yang terbaik di zamannya. Rasanya menyenangkan mengetahui head-to-head dari dua entitas ini, yang diulas mendalam dari sisi kelemahan maupun keunggulan masing-masing. Tapi tetap, selera dan subjektivitas berperan di sini, sehingga sebuah game yang dinilai unggul oleh seorang gamer, bisa saja dinilai kalah unggul oleh gamer lainnya.

Saturday, January 16, 2016

‘Chrono Trigger’, RPG Terbaik dari Tim Impian

(sumber gambar: official art)
Apa jadinya bila sebuah game role-playing game (RPG) didesain oleh sebuah tim yang terdiri dari orang-orang hebat dalam genre ini? Jawabannya adalah sebuah game RPG spektakuler yang diklaim sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa, Chrono Trigger. Game yang dikembangkan dan dirilis oleh Square pada 1995 untuk mesin Super Nintendo Entertainment System (SNES) ini digarap dengan serius oleh ‘Dream Team’ yang terdiri dari Hironobu Sakaguchi (pencipta Final Fantasy), Yuji Hori (pencipta Dragon Quest), dan Akira Toriyama (pencipta Dragon Ball). Maka jangan heran bila hasilnya sebuah game yang mengagumkan yang masih dipuji hingga sekarang.

Sebagai salah satu game terbaik, Chrono Trigger menghadirkan sebuah pengalaman video game yang komplet. Mulai dari gameplay sederhana namun menantang, jalinan cerita yang kompleks dan seru, serta tampilan visual menawan berbalut kompilasi musik indah, dan tentu saja inovasi permainan yang ditawarkan, membuat game ini begitu membekas di benak siapapun yang pernah memainkannya, termasuk diri saya tentunya. Bahkan menurut saya dan menurut sebagian besar penggemar RPG fanatik di luar sana, game ini jauh lebih baik dibandingkan seri Final Fantasy yang rilis di mesin yang sama, Final Fantasy VI (Final Fantasy III di Amerika).